Saturday, 27 June 2009

firasat

Beberapa hari yang lalu aku sempet mimpi buruk. Yang ada di mimpi itu orang yang aku sayang. Aku mimpi lagi nungguin dia di rumah sakit.
Dan tau apa? Malam ini aku dapet kabar kalo dia abis kecelakaan motor. Rasanya kepalaku kayak disiram air es, dingin banget, kaku. :( Untungnya dia nggak kenapa-napa. Cuma lecet-lecet. Fiuuuu~
Ya Tuhan,, jagain dia yaa.. :(

Wednesday, 24 June 2009

pearl words

* be what you want to be
not what others wanna see [anonymous]

* jangan takut mencoba, sakit dan gagal juga bagian dari tumbuh [Dan Brown]

* yang membuat sesuatu menjadi istimewa bukanlah apa yang kita perjuangkan untuk mendapatkannya, tetapi apa yang kita rasakan bila kehilangannya [Andre Agassi]

* ketika tiba saat perpisahan, janganlah ada duka. Karena apa yang paling kamu kasihi darinya mungkin akan tampak lebih nyata dari kejauhan. Seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan [anonymous]

* the danger of small mistakes is that those mistakes are not always small

* bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan atas masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tidak memiliki hari ini untuk kita syukuri

* memerima kehidupan berarti menerima kenyataan banwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan [Harun Yahya]

* ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka [Alexander Graham Bell]

* kita cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini, tetapi jika kita hidup dengan benar, sekali saja cukup

Sunday, 21 June 2009

jatuh bangun

Well, terkadang apa yg kita rencanain pada kenyataannya nggak sesuai sama apa yg harapkan. Mungkin nggak cuma terkadang, tapi sering kali kita dapetnya yang diluar dugaan. Kayak kemaren waktu aku UM UGM, aku berharap banget tuh bisa lolos. Itu juga namanya diluar dugaan.

Contoh lain misalnya udah ngerencanain mau liburan ke Hongkong sama keluarga tapi ternyata ayah ada kerjaan dadakan trus jadinya cuma liburan di sekitar kota aja. Misalnya lagi udah nyiapin segala sesuatunya buat wawancara panggilan kerja tapi ternyata hasilnya tetep nihil.

Yaaahh,, emang sih, sedih, kecewa, bahkan nyesel kalo misalnya ngalamin hal-hal yang kayak gitu. Tapi ada hal yang jauh lebih penting dari ngerasain kecewa atau nyesel gara-gara sebuah kegagalan. Ntar bisa-bisa kita malah jadi berandai-andai, itu bisa lebih gawat lagi. Yang namanya orang berandai-andai itu kalo ketinggian ntar kalo jatuh bakal jauh lebih sakit. Aku mau ngutip kata-katanya orang yang pernah punya arti penting buat aku: nggak ada kata seandainya. Yang udah terjadi itu nggak bisa dirubah, tapi bisa diperbaiki. Sekarang gimana caranya kita ngerubah kekecewaan itu jadi pondasi yang jauh lebih kuat buat membangun sejuta rencana lagi. Toh useless juga kan, kalo rasa kecewa dipelihara lama-lama? Jadi kenapa kita nggak instropeksi diri lebih dalam lagi tentang kenapa kita bisa gagal biar nantinya nggak ngulangin kesalahan yang sama. Ibaratnya keledai aja nggak mau jatuh di lubang yg sama, masak kita yang manusia, yang notabene makhluk paling sempurna di jagad raya ini mau lebih bodoh dari keledai..?

Monday, 15 June 2009

dari atas Nusantara

Kemaren waktu aku mau berangkat ke Semarang, tepatnya waktu aku udah ada di atas bis, ada satu pemandangan yang bikin aku rada miris. Mungkin kemaren itu jiwa sosial aku lagi sensi kali yak, makanya kerasanya gitu, hehehe..

Jadi begini ceritanya. Waktu itu aku lagi nuggu bis yang bakal bawa aku ke Semarang berangkat. Aku sengaja milin tempat duduk paling depan, deket kaca biar aku bisa bebas liat keluar. Nggak lama setelah aku duduk dan merapikan barangku serta menyiapkan tiket yang tadi udah aku beli, aku liat ada sesosok bapak-bapak yang udah lumayan berumur nyeret sebuah benda yang bentuknya kayak koper. Mmmm, tau kereta yang biasanya ada di bandara buat ngangkut koper kan? Nah, kurang lebih kayak gitu, cuma bedanya yang diseret bapak-bapak tadi itu ada kayak bak kecil tanpa tutup yang terbuat dari sterofoam di atasnya [sayang banget waktu itu aku nggak bawa kamera buat ambil gambarnya, huhu. Semoga kalian bisa membayangkannya]. Dan di tanganya, beliau membawa segepok koran yang tampak masih baru. Nggak lama abis itu si bapak tadi naik ke bisyang aku tumpangi. Sayang sekali pak, baru saja ada teman satu profesi Bapak yang naik kemari, batinku. 

dan ternyata benar, begitu aku liat si bapak tadi turun dari bis yang aku tumpangi, koran yang ada di gendongan si bapak masih utuh. Sempat kulihat beliau menghela napas berat. Ya Allah, permudahkan rezeki Bapak itu. :(

kuamati bapak itu dengan seksama. Mungkin usianya sudah menginjak setengah abad. Terlihat dari keriput yang ada di sekitaran pelipis dan pipinya serta rambut-rambut putih yang menhiasi rambut hitamnya. Dan dari cara beliau berjalan tadi sepertinya sedikit agak, maaf, terseok-seok. Mungkin karena usia juga yang menggerogoti tulangnya. Mimik mukanya pun aku perhatikan seperti sedang menanggung beban hidup yang cukup berat. Hmmmm, entah apa yang tengah ada di benak si bapak tua ini.

Yang ada di benakku saat itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang aku nggak tau harus gimana buat dapet jawabannya.

Pertama: Kemanakah anak-anak si Bapak ini sampai si Bapak ini harus berjuang menantang panasnya mentari disiang bolong begini? Apa mereka masih terlalu kecil untuk diajak bekerja menyambung hidup? Ah, itu agak sedikit mustahil kalo aku lihat dari usia Bapak ini..

Kedua: Kemana pemerintah kita..? Aku dulu sempet belajar Kn tentang undang-undang yang ada di negara kita ini. Kalo aku aku nggak salah inget, ada yang bunyinya " anak yatim dan orang terlantar dipelihara oleh negara" [ni kalo aku nggak salah inget yaa, maap kalo salah]. Trus kenapa aku masih liat banyak banget orang-orang yang kayak bapak-bapak ini di jalanan?

hmmmmmm.

Tuesday, 9 June 2009

suka, sayang, dan cinta

Saat kamu MENYUKAI seseorang, kamu ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri
Saat kamu MENYAYANGI seseorang, kamu ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri
Saat kamu MENCINTAI seseorang, kamu akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu

Saat kamu menyukai seseorang dan berada disisinya maka kamu akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?
Saat kamu menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kamu akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?
Saat kamu mencintai seseorang dan berada disisinya maka kamu akan menggenggam erat tangannya...

SUKA adalah saat ia menangis, kamu akan berkata "Sudahlah, jangan menangis
SAYANG adalah saat ia menangis dan kamu akan menangis bersamanya
CINTA adalah saat ia menangis dan kamu akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "ayo kita selesaikan masalah ini bersama-sama"

SUKA adalah hal yang menuntut
SAYANG adalah hal memberi dan menerima
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela

Pada saat orang yang kamu suka menyakitimu, maka kamu akan marah dan tak mau lagi bicara padanya
Pada saat orang yang kamu sayang menyakitimu, kamu akan menangis untuknya
Pada saat orang yang kamu cintai menyakitimu, kamu akan berkata, " Nggak papa, dia tau apa yang harus dia lakuin"

Pada saat kamu suka padanya, kamu akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu
Pada saat kamu sayang padanya, kamu akan MEMBIARKANNYA MEMILIH
Pada saat kamu cinta padanya, kamu akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

SUKA adalah kamu akan menemaninya bila itu menguntungkan
SAYANG adalah kamu akan menemaninya di saat dia membutuhkan
CINTA adalah kamu akan menerimanya di kondisi apapun

Sunday, 7 June 2009

balada coklat dan kopi

Gimana kalo misalnya kamu ditawarin secangkir coklat hangat yang yahuud abis dan kamu ini adalah seorang chocholate addicted yang udah akut banget? Tapi, nggak cuma sesimpel itu. Sekarang ini kamu lagi dalam proses untuk menghilangkan ke-addicted-an kamu sama coklat. Soalnya, tiap kamu makan atau minum coklat, kamu bakal sakit parah. Jadi kaya coklat itu malah jadi racun di tubuh kamu. Nahh looo.. Dan sekarang kamu sedang mencoba untuk suka sama kopi. Rada pahit sih emang, tapi kalo emang kopi ini jauh lebih baik buat kamu daripada coklat, kenapa enggak?

Nah, gimana cara kamu buat nge-refuse secangkir coklat hangat nan menggiurkan tadi? Jelas susah banget buat nolak tawaran secangkir coklat hangat favorit kamu. Tapi kalo misalnya kamu terima tawaran secangkir coklat hangat ini, kamu bakal sakit trus bisa-bisa usaha kamu selama ini buat menyukai kopi sebagai pengganti coklat bakal sia-sia gitu aja.

Gimana juga cara kamu biar si pemberi coklat hangat ini nggak tersinggung sama penolakan yang udah kamu rencanain?

Heuuuuu~

Dan buat aku sekarang ini, rasanya beneran udah ada rasa addicted sama kopi. Bangun pagi langsung bikin secangkir chococcino hangat terus ke teras, nikmatin suasana pagi [kalo aku lagi di rumah] . Nanti rada siangan, gantian aku bikin iced coffee buat temenin aku mantengin laptop.  Ntar rada maleman, aku cbisa bikin secangkir chococcino lagi buat nemenin aku kalo insomnia nyerang lagi kayak malam-malam sebelumnya yang udah aku lewatin sama cangkir-cangkir kopi yang lain.

Dan sekarang, ketika aku udah bisa menyatakan I prefer a cup of coffee rather than a cup of chocolate, keberadaan kopi di rumahku mulai menghilang. Ibu udah jarang nyediain kopi di rumah. Ayah juga ngelarang aku untuk nggak banyak-banyak minum kopi, ayah bilang nggak baik juga.

Jadilah sekarang aku harus membiasakan diri lagi menjalani hari-hari aku tanpa kopi. Sebenernya kopi itu juga berbahaya. Kafein menaikkan produksi asam lambung yang berlangsung lama, sehingga dapat memperbesar risiko penyakit lambung, tukak lambung, atau tukak usus halus. Tapi ternyata kafein dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak), sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab itu tidak heran setiap minum kopi dalam jumlah wajar (1-3 cangkir), tubuh kita terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau pun mengantuk. Dampak positif ini menyebabkan orang sulit terlepas dari kebiasaan minum kopi.

Hmmm,, bisa nggak ya, aku lepas dari kopi?I dont even know. Tampaknya bakal berat menjalani hari-hari tanpa kopi lagi. Heuuuu~ 

Saturday, 6 June 2009

jujur

Ehm, ehm.. Ini adalah postinganku yang pertama setelah sekian lama aku vacuum di dunia blooging, heheheheh. Dan kali ini aku mau ambil tema tentang jujur.

Yeah, jujur.. Lima huruf ini emang kayaknya sederhana banget. Tapi ternyata buat ngelakuin semuanya dengan lima huruf tadi susah banget loh. Nggak percaya?

Buktinya di negri kita tercinta ini masih banyak pejabat-pejabat yang nggak jujur, lagi pada bingung tuh soalnya KPK lagi gencar-gencarnya ngungkap kasus-kasus korupsi. Berlomba-lomba cari pengacara buat membela perbuatan yang udah bikin negara kita tercinta ini makin menyandang status negara terkorup dan punya hutang luar negri berjibun (berita terakhir yang saya terima mencapai 7 juta rupiah untuk setiap kepala). Well, kalo kita mau ngomongin tentang pejabat-pejabat yang hobi banget korupsi nggak bakal kelar, aku juga males, hehehe..

Yap, back to topic. Nggak cuma di masalah politik aja kita butuh yang namanya jujur, bahkan kalo bisa in every breath that we take. Bahaya kalo sampe kita udah kehilangan yang namanya kepercayaan dari orang-orang di sekitar kita. Kalo mau dapet posisi yang oke di kerjaan kita juga kuncinya cuma jujur dan ulet. That's all

Tau nggak, jujur sama siapa yang paling susah? Sama diri sendiri. Yap, kadang yang namanya gengsi yang bikin kita susah buat jujur sama diri sendiri. FYI aja ni ya, ada dua yang sama sekali mustahil buat kita boongin: Tuhan dan diri kita sendiri. Coba aja kalo bisa boongin Tuhan sama diri kita sendiri, idiot bin sarap itu mah namanya, heheheheh. Emang ngapain sih, repot-repot mencoba untuk membohongi diri sendiri? Capek sendiri ntar yang ada.

Pernah aku baca tulisan bunyinya begini: "Sepahit dan sesakit apapun itu, kejujuran adalah tetap yang terbaik." 

Nice words. Nggak enak di hati kan, kalo misalnya kita lagi menyembunyikan suatu kebenaran. Lagian ya, yang namanya bohong itu kayak bola salju, akan terus menggelinding dan makin ke bawah makin besar. Makanya mulai sekarang jangan biasain buat bohong. Yaah, awalnya sih cuma bohong-bohongkecil, tapi celakanya kalo bohong itu dilakukan terus menerus bakal jadi kebiasaan dan akan tiba pada satu titik dimana kalo kita lagi bohong nggak akan ngerasa bersalah alias udah mati rasa. Kalo kata temen-temenku batu. :p

Marilah mulai dari sekarang kita semaikan budaya jujur. Ini juga demi kesejahteraan kita bersama. Hahahaha.. Ngomong apa sih aku ni.. :p